Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menekankan pentingnya kebersihan lingkungan dan penataan ruang publik dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Provinsi Jawa Barat, Senin (2/2/2026).
Rakornas tersebut dihadiri oleh para kepala daerah dari seluruh Indonesia, termasuk Bupati Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong dan Wakil Bupati Andrew Branch Silambi.
Dalam taklimatnya, Presiden menyampaikan sejumlah isu utama yang menjadi perhatian pemerintah ke depan, antara lain pengentasan kemiskinan, pengelolaan kekayaan alam untuk kesejahteraan rakyat, peningkatan kualitas lingkungan hidup, penguatan pariwisata, pelestarian situs bersejarah, hingga pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pelaksanaan kebijakan.
Presiden menekankan bahwa keberhasilan pembangunan nasional sangat ditentukan oleh konsistensi kepemimpinan daerah dalam menerjemahkan arah kebijakan tersebut ke dalam tindakan nyata di lapangan.
Arahan Presiden: Kepemimpinan Daerah dan Gerakan Indonesia ASRI
Dalam taklimatnya, Presiden menyampaikan keprihatinan atas persoalan sampah yang dinilai telah menjadi masalah serius di berbagai daerah, termasuk kawasan pariwisata. Presiden menegaskan bahwa kebersihan lingkungan tidak dapat dipandang sebagai urusan teknis semata, melainkan membutuhkan keterlibatan dan kepemimpinan langsung dari kepala daerah.
“Apakah turis mau datang melihat sampah? Indonesia indah, dia mau datang lihat kumuh. Dia mau ke Bali, pantai Bali kotor,” ujar Presiden Prabowo, seraya menegaskan bahwa persoalan sampah turut memengaruhi citra Indonesia di mata dunia.
Presiden meminta gubernur, bupati, dan wali kota untuk turun langsung memimpin gerakan bersih lingkungan dengan melibatkan seluruh sumber daya yang ada, termasuk masyarakat dan satuan pendidikan. Bahkan, Presiden menegaskan perlunya tindakan nyata dan berkelanjutan dalam menghadapi persoalan tersebut.
“Kita ini sekarang harus menyatakan perang terhadap sampah,” tegas Presiden.
Sejalan dengan hal tersebut, Presiden juga menggagas Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) sebagai komitmen nasional dalam menjaga kebersihan dan keindahan ruang publik. Salah satu fokus dalam gerakan ini adalah penertiban baliho dan spanduk yang dinilai mengganggu estetika kota, serta penataan elemen visual ruang publik lainnya.
Taklimat Presiden dalam Rakornas tersebut menggarisbawahi bahwa kebersihan dan keindahan kota tidak lahir dari imbauan semata, melainkan dari kesadaran dan komitmen kepemimpinan, konsistensi kebijakan, serta keterlibatan kolektif melalui aksi nyata. Dalam konteks Toraja Utara sebagai daerah dengan ikon pariwisata unggulan regional maupun nasional, hal ini menjadi pijakan untuk memperkuat pengelolaan ruang publik secara tertib dan berkelanjutan.
- Sumber/Foto: BPMI Setpres
Diskominfo-SP - 2026















